Berita > Opini
Geliat Pilkada DKI Jakarta di Mata TKI Arab Saudi
17 Feb 2017 11:08:34 WIB | A Hadi Akram | dibaca 1596
Ket: Antrean Permohonan SPLP
Foto: BMI-SA

Jakarta, LiputanBMI - Hiruk pikuk pilkada DKI Jakarta, menyedot perhatian berbagai kalangan. Mulai dari birokrat, politisi, pengamat, pengusaha sampai TKI pun ikut mengawal dan menilai.

Pertarungan politik untuk menjadi Jakarta satu (JKT 1) begitu heboh dan menggairahkan, bahkan banyak aurat yang dipertontonkan. Adu gagasan dan program antar paslon untuk menjadi Jakarta dan rakyatnya lebih baik, itu menjadi hal yang biasa dan dilakukan di setiap pilkada di seluruh belahan wilayah Indonesia.

Namun, Pilkada DKI Jakarta hari ini boleh dibilang lain daripada yang lain. Selain mulai dari para kandidatnya yang terbaik, perang partai-partai terbesar, perang Presiden dan mantan Presiden, perang skenario politik, sampai perang antar preman juga dimainkan dan ikut terlibat, bigmatch yang luar biasa bukan?

Pilkada DKI Jakarta akan menjadi barometer penilaian para pemilih yang tengah berada di luar negeri (baca:TKI) dalam pemilu-pemilu berikutnya, baik pileg ataupun pilpres pada tahun 2019. Sehingga, prilaku-prilaku politik, figur-figur tokoh negara, partai-partai pengusung dan pemenang pilkada DKI Jakarta hari ini akan menjadi tolak ukur pertanda awal siapa yang menang di pileg dan pilpres pada tahun 2019.

Pemilih suara (baca:TKI) Arab Saudi adalah pemilih yang fanatik berdasarkan ketokohan, hadirnya perwakilan parpol di luar negeri (perwalu) tidak bisa mengakar dan menjanjikan sebagaimana di Indonesia, bahkan setingkat Kedubes-pun tidak akan bisa mempengaruhi suara TKI, sebagaimana kita tahu kedubes adalah dipilih dan menjadi prerogatif presiden.

Siapapun kontestan politik pengusungnya, untuk pileg dan pilpres 2019 jika ingin meraup suara TKI yang menjadi pemilih di luar negeri, terutama suara TKI dari Arab Saudi, hanya ada dua tawaran: figurnya jelas (ketokohannya), Parpolnya harus pro TKI, sehingga suara TKI bisa lebih didengar dan disuarakan agar perlindungan yang diberikan negara maksimal, tidak sekedar hadir. (HDI)
(HDI, 17/02)

PBBC Liputan BMI